Kekerasan di Papua Tak Akan Pernah Berakhir, Kecuali Setelah Papua Merdeka

Rakyat Papua seperti Hewan Buruan TNI/POLRI
PACEKRIBO - Kekerasan negara RI dalam hal ini TNI dan Polisi terhadap rakyat papua baik melalui alat senjata api maupun alat-alat tajam lainnya terus terjadi di bumi cenderawasi.

Kejahatan di papua ini kapanpun tidak akan pernah berakhir, karena semuanya dilakukan oleh Negara dalam hal ini TNI dan Polisi. Padahal TNI dan Porli tugas adalah utamanya mengawasi dan mengontrol bahkan mengamankan masyarakat yang ada di wilayah NKRI, tetapi khusus untuk Papua belum jalankan tugas dengan baik, tugas utama TNI dan Porli yang ada di Papua adalah melakukan kekerasan dengan cara memaksa rakyat, mensiksa bahkan sampai  membunuh secara tidak kemanusiaan. Kekerasan akan berakhir jika papua berdiri sendiri alias Papua Merdeka sendiri.

TNI dan Porli membunuh ribuan  masyarakat sipil Papua dengan alasan membela negara sehingga penduduk papua semakin hari semakin menurun bahkan punah nanti. 

Melakukan tindakan kekerasan yaitu motif dari politik negara RI, tetapi pertanyaan disini adalah apakah memang salah masyarakat yang belum tahu apa-apa, atau/buta huruf tentang politik ?  Dan sasarannya masyarakat yang belum tahu itu menjadi derita atau korban perbuatan dari TNI dan Polisi.

Dalam kejahatan secara yuridis, kejahatan yang dapat di definisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar Undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. 

Secara kriminologi yang berbasis sosiologis mengomsumsi kejahatan yang dilakukan oleh TNI dan Porli terhadap masyarakat Papua merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat secara umum dengan kata lain (korban) . Dan suatu pola yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat.

Kekerasan yang dilakukan oleh TNI dan Porli di tanah papua ini kita tidak heran karena kebanyakan TNI dan Porli yang ada di Papua ini merupakan tamatan atau selesai dari Sekolah Dasar (SD).

Saya dikatakan TNI dan Porli yang ada Papua tamatan SD karena mereka belum tahu apa itu Hukum dan apa itu undang-undang? Apa lagi anda tanyakan seputar Pembukaan UUD 1945, dia pasti tidak akan menjawab, apalagi Pasal-Pasal. 

Sebab pasal-pasal lebih berat dari pada Pembukaan. Tetapi hebat TNI dan Porli mereka adalah aktor melakukan kekerasan di tanah Papua dengan baik sehingga, kekerasan di tanah Papua meningkat secara cepat. 

Kalau kita dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang ada di wilayah Indonesia Papua adalah Juara satu dalam kekerasan dari TNI dan polri terhadap masyarakat di Papua.
Stop kekerasan di Tanah Papua
Dengan demikian, salah satu alasan muncul terhadap TNI dan Porli adalah jangan sampai punah menkonsumsi kekerasan terhadap pribumi Papua (Cari pangkat), tetapi sayangnya adalah TNI dan Porli belum tahu masalah sebenarnya dan yang penting membunuh secara tidak manusiawi, atau dengan alasan membela Negara.

Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat (forum) berupa mengajukan aspirasi kepada pemerintah daerah saja sebagai ancaman negara, dengan masyarakat menjadi kena sasaran dari polisi sehingga masyarakat pulang ke rumah dengan kena peluru senjata api, sebenarnya aspirasi masyarakat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, dan di samping itu juga untuk sebagai wahana terhadap Pemerintah daerah agar tidak terjadi perbedaan pendapat.

Khusus untuk Papua aspirasi masyarakat belum dapat makna yang jelas artinya, aspirasi masyarakat belum mengajukan sama sekali sampai sekarang, sehingga kerusuhan-kerusuhan yang dilakukan oleh TNI dan POLISI terhadap masyarakat Papua menjadi tumbuh subur.

Misalnya, dari sejak 1 mei 1963 sampai dini hari bahkan nantinya sampai punahnya suku malanesia, yang berada didaerah paling timur. bumi cenderawasi ini.

Pengorbanan nyawa orang papua yang dilakukan oleh TNI dan Polisi ini adalah sarana yang terpenting bagi negara NKRI untuk mencapai cita-cita negara, karena cita-cita Negara NKRI adalah Negara berdiri dan tegak diatas kekuatan TNI dan Polisi.

Hidup rakyat papua, Hidup rakyat papua, Hidup rakyat papua, Hidup rakyat papua. Salam pembebasan, salam merdeka, (Nuken)

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Kekerasan di Papua Tak Akan Pernah Berakhir, Kecuali Setelah Papua Merdeka"

Posting Komentar